Showing posts with label Others. Show all posts
Showing posts with label Others. Show all posts

Thursday, November 1, 2018

NAPAK TILAS GUNUNG MERAPI VIA SAPUANGIN (DELES)

Pendakian Gunung Merapi (2930 mdpl/2010) Via Deles Indah Klaten

Pagi hari pada musim penghujan terakhir di kota Boyolali lokasi basecamp Gremet Adventure tanggal 28 Desember 2017, tepat hari kamis malam jum'at cuaca mendung begitu sendu. Niatan saya untuk napak tilas pendakian Gunung Merapi melalui jalur sapuangin (jalur lama yang secara resmi baru diperkenalkan dan dilegalkan bulan April 2017) semakin mantap karena kedua adik saya Widha dan Ebeth ikut serta, ditambah Kholil teman adik saya. Berbekal pengalaman yang sudah lama pernah lewat jalur itu saya hanya mengatakan kepada mereka bahwa jalur ini sangat panjang dan tidak familiar digunakan, karena hanya beberapa pendaki expert yang bersedia melalui jalur ini. Terbukti selama 1 bulan itu hanya kami berempat yang Naik-Turun (jalur yang digunakan untuk naik atau turun saja, bukan keduanya) lewat jalur ini.
Persiapan berangkat

Berkumpul di basecamp Gremet kami persiapkan logistik yang cukup banyak mengingat yang saya tahu akan sulit mencari sumber air di jalur ini. Pukul 11.00 WIB kami berangkat naik sepeda motor ke basecamp sapuangin yang sebenarnya tidak begitu jauh karena hanya membutuhkan kurang lebih 1 jam perjalanan. Tiba di basecamp pukul 12.15 WIB kami disambut beberapa kawan petugas basecamp yang ramah dan mempersilahkan kami masuk untuk beristirahat didalam. Diluar cukup ramai para mapala dari berbagai Universitas di Yogyakarta yang sedang mengadakan DIKSAR di camping ground sapuangin. Menurut para petugas basecamp DIKSAR hanya diperbolehkan maksimal sampai POS 1 karena memang kondisi lingkungan yang masih sangat asri atau bisa dikatakan hutan lebat hingga bisa sangat berbahaya jika kurang hati-hati.

Setelah beristirahat dan mengganti pakaian kami selesaikan regristrasi pendakian, total retribusi untuk /orang Rp. 44.000,- cukup mahal ? tidak menurut kami karena memang dibutuhkan asuransi yang pasti untuk pendakian melalui jalur ini. Selesai regristrasi dan sedikit mengobrol dengan pemilik basecamp untuk mengetahui cuaca akhir-akhir ini yang ternyata cukup "terkejut" mengetahui jika kami akan naik - turun melalui jalur ini, sedangkan jalur ini dijuluki one way ticket karena memang cukup menguras stamina dan waktu, hal itu terbukti 1 minggu setelah kami melalui jalur ini, ada ekpedisi Jejak Petualang dari Trans 7 meng-eksplore jalur ini membutuhkan waktu kurang lebih 7 hari, tetapi saya yakin mereka tidak hanya sebatas pendakian, tetapi juga observasi. 
Jalur ke rumput warga
Monyet-monyet dan ayam hutan, tidak jelas ?
Pukul 13.00 WIB kami memutuskan memulai pendakian dengan asumsi kami bisa mencapai Pos 1 pukul 14.00 WIB untuk sholat dzuhur disana. Karena basecamp sudah terletak diantara hutam maka jalur pertama yang kami temui merupakan hutan pohon sengon dengan tanaman rumput gajah sebagai pakan ternak milik warga di sepanjang jalur kami. Sekumpulan monyet dan ayam hutan memandangi kami  seolah-olah mengantar keberangkatan kami. Dua ratus meter dari basecamp jalur pendakian sudah mulai menguras tenaga tetapi masih bisa ditolelir oleh stamina kami. Berbekal pesan dari kawan-kawan petugas dari basecamp bahwa karena jalur jarang dilalui maka kami di ingatkan untuk mengikuti tanda saja berupa pipa paralon sebagai tanda jalur yang benar setiap 100 m, celakanya 30 menit perjalanan kami jalur tertutup karena 2 pohon tumbang, kami mencoba menaiki pohon tersebut namun kami tidak menemukan tanda paralon. Cukup lama kami berhenti untuk berdiskusi akhirnya saya putuskan untuk melanjutkan perjalanan dengan mengandalkan pembacaan matahari dan lumut. Beruntung tidak lama kami tembus kembali kejalur yang semestinya. 
Pos 1, diphotoin pohon
Waktu sudah menunjukkan pukul 14.00 WIB tetapi kami belum sampai di Pos 1 dan akhirnya kami  memutuskan berhenti untuk sholat dzuhur di ujung bukit (kami tidak tahu jika 20 meter dari situ Pos 1) yang dikelilingi pohon besar, dan tanaman jahe putih disekitarnya. Selesai beristirahat kami melanjutkan perjalanan, jalur sempat menurun setelah kami melewati Pos 1 tetapi tidak beberapa lama jalur kembali menanjak dengan semak yang semakin perdu (60cm-150cm rumput hingga dada orang dewasa) sehingga jalur benar-benar tertutup. Karena waktu menunjukkan semakin sore kami sedikit agak ngebut juga jadinya karena kami menargetkan sebelum pukul 21.00 WIB harus sudah sampai pasar bubrah. Setelah melewati beberapa semak perdu akhirnya kami menanjak cukup ekstrem dan harus merangkak melewati akar-akar pohon yang menjuntai dari pohon satu ke pohon yang lain, tidak beberapa lama kami sampi di Pos 2. Pos yang tidak terlalu luas dimana disebelah kiri jurang kali Adem yang dalam. Kami istirahat sebentar dan sholat Ashar disitu, sambil bercanda "kalo ini lewat Selo kita udah sampai basecamp lagi ya haha" begitu canda adik saya, karena memang waktu sudah menunjukkan pukul 16.40 WIB biasa jika melalui Selo kami hanya membutuhkan kurang lebih 2-3 jam sampai pasar bubrah. Kabut mulai turun cuaca semakin redup dan kami masih bercelana pendek dan kaos oblong.
Kabut hampir turuu di jalur itu ayo cepetan
Pakis dan Edelweis Raksasa
Sebelum gelap kami melanjutkan perjalanan, semakin redup tetapi masih bisa terlihat oleh mata, kanan dan kiri sudah jurang sekarang memang jalur ini sebenarnya adalah jalur yang terkenal dengan julukan bukit 7 yaitu ada 7 kali menuruni bukit dan 7 kali menaiki bukit, tidak seperti gunung yang lain yang biasanya jalur dibuat melingkar dipunggungan. Cukup lama kami menanjak dengan beberapa kali kami harus dibantu dengan tali pengaman (Trans 7 menggunakan SRT), akhirnya kami sampai di Camp Yoyok, bukit kecil yang asri dengan pohon cantigi disekelilingnya, atau tempat singgah sebelum Pos 3. Dimulai disini rombongan kami terpisah jadi dua saya dengan adik perempuan saya, sedangkan ebeth dengan kholil. Berjarak cukup jauh kurang lebih 20 menit mereka didepan kami karena kami memang ingin banyak mengatur napas yang sudah mulai lemas haha. Menaiki bukit yang cukup terjal tanpa pijakan kokoh kami melihat sangat kecil posisi adik saya, namun kami masih santai. Tidak berselang lama akhirnya kami bertemu lagi di Pos 3 tepat sayup-sayup terdengar suara Adzan Magrib, dan adik saya Ebeth bilang "Mas sandal gunung saya putus, pinjam sandal cadanganmu !" ya menurut hemat saya untuk melalui jalur ini dimusim penghujan seperti ini sebaiknya menggunakan Sepatu gunung dengan Grip tipe X (tersedia di Gremet Adventure) haha. 
Jalur di lereng tebing, hati-hati !
Jalur naik turun bukit, kanan kiri jurang
Vegetasi hutan purba yang lembab
Adik saya sudah tidak menggunakan alas kaki di Pos 4
Watu Bolong (Batu Berlubang) Pos 4
Persimpangan

Selesai sholat kami sedikit makan nasi dan ayam goreng kentaki yang kami bawa tadi, cukup untuk mengganjal perut untuk persiapan perjalanan gelap dengan gerimis yang sedikit membasahi tubuh kami. Tidak beberapa lama kami melanjutkan kembali perjalanan, beberapa kali kami harus menanjak hingga ke tebing berbatu, kemudian menuruni bukit berbatu cukup dalam di malam yang benar-benar gelap (persiapan senter kami kurang) dan akhirnya kami sampai di Pos 4 yang letaknya dibawah Watu Bolong, bukit batu besar dengan rongga. Disini persimpangan 2 jalur jika ke kiri kita akan sampai ke bungker di Kaliurang (seingat saya) jika kekanan maka akan terus sampai batas vegetasi atau Batu Kluyur sebelum Pasar Bubrah. Kami ambil jalur kekanan dimana jalur semakin lebat dengan pohon-pohon edelweis dan pakis raksasa yang tingginya bisa mencapai 4-5 meter dan kanan kiri jurang, dan kurang lebih pukul 19. 00 WIB kami sampai ke batas vegetasi. Disini adik perempuan saya sudah pada puncak letih staminanya mulai mual dan menangis, juga menggigil karena pakaiannya basah kuyup. Sedangkan saya sudah mulai kelaparan, kelaparan yang akut sehingga membuat asam lambung saya keluar bersama saat meludah, pahit tapi masih bisa ditolelir. Kami suruh adik perempuan saya mengganti jaket dan memaksanya untuk melanjutkan perjalanan, karena benar-benar sedikit lagi dan jika stay di lereng batas vegetasi ini terlalu berbahaya dengan angin yang cukup kencang setiap saat. Tidak berapa lama kami sampai puncak selatan (tugu selatan) gunung merapi atau tepat di hadapan lubang lava gunung merapi. Kami harus menuruni bukit lagi untuk sampai ke pasar bubrah. Tertatih-tatih adik saya Ebeth membantu kakaknya menuruni bukit sedangkan Kholis kami tugaskan mencari tempat landai segera untuk memudahkan kami mendirikan tenda, saya menyusul dan akhirnya kami sampai di pasar bubrah kurang lebih pukul 22.00 WIB setelah lama tertunda untuk pemulihan kami dilereng batas vegetasi tadi. 
Puncak G. Merapi dari Puncak Tugu Selatan
Terlihat Pasar Bubrah dari Puncak Tugu Selatan
Jalur G. Merapi via Selo terlihat kecil, Backgroun G. Merbabu

Kami mendirikan tenda, mengganti pakaian, makan malam hangat, mengobrol sebentar dan kemudian beristirahat, karena malam semakin sunyi karena memang saat itu hanya 2 tenda kami dan 1 tenda orang lain, mempersiapkan stamina untuk summit dan turun besuk pagi. Perjalanan yang sulit ? tidak, perjalanan yang asik karena dari awal kami benar-benar di alam tanpa sampah, tanpa orang lain, sunyi, tanpa candaan berlebih. Kami bahagia, summit pada paginya dan sedikit kelakar adik saya "aku disini aja, tolong panggilin hellicopter aja buat jemput !" wkwkwk kami tertawa lepas sebelum kami akhirnya turun pada pukul 09.00 WIB dan sampai di basecamp pada pukul 16.55 WIB disambut banyak petugas basecamp yang terheran-heran karena kami memang nekat naik turun di jalur one way ticket ini. Sambil beristirahat kami juga menanyakan kepada petugas regristrasi "apakah ada pendaki lain sebelum kami berangkat kemarin ?, karena kami melihat dengan jelas jejak trekking pole dan beberapa kali kami melihat pendaki itu didepan kami, tapi kami tidak menemukan dia", jawaban mengejutkan kami dapat "tidak mas, rombongan sampeyan saja yang naik bulan ini, dan ada ini 2 orang yang mau naik tetapi ditunda besuk karena hujan seperti itu". Cukup terkejut tetapi kami sudah biasa, bersyukur kami diberi petunjuk jalan sehingga kami sampai tujuan dengan selamat dan sehat hingga pulang kerumah lagi. 
Perjalanan pulang kembali melalui jalur Sapuangin

Itu merupakan perjalanan terakhir kami ke Gunung Merapi sebelum Erupsi kembali Pada bulan Juli 2018 yang lalu, meskipun Freatik tetapi terdapat kubah lava yang semakin membesar dan membuat merapi ditutup sampai sekarang.

Salam hangat,

Gremet Adventure

Petualangan Pendakian Gunung Merapi Mendaki Other

Thursday, April 20, 2017

PETUALANGAN SI MIKHA DI GUNUNG UNGARAN 2050 MDPL

Menyusuri Keindahan Alam Pegunungan Pesisir Utara Jawa Tengah

Gunung Ungaran terletak di kota Ungaran Semarang Timur, gunung yang relatif tidak terlalu tinggi (2050 mdpl) namun tetap mempesona untuk para pecinta udara segar. Pendakian saya yang ke-tiga untuk gunung ini, sangat berkesan karena saya mengajak istri saya yang juga seorang pendaki medium dan juga sikecil "Mikha" 11 bulan (10 bulan 22 hari) putri pertama kami. Memang bukan pendakian pertama saya mengajak sikecil tetapi pendakian kali ini memberi kesan positif bagi saya. Tentu sudah banyak pendaki yang mengajak putra-putrinya melakukan pendakian, bahkan di usia sikecil yang lebih muda, namun saya baru sadar segala sesuatunya setelah saya mengalami sendiri bersama si "Mikha". Membutuhkan pesiapan yang super untuk memutuskan membawa serta sikecil, mulai dengan alat, ramalan cuaca, fisik yang harus dikembalikan seperti saat saya masih ber-usia 20 tahun, haha berasa tua saya ☺, konsultasi ke dokter, dan selebihnya insting dan pengalaman.

15 April 2017 perjalanan saya mulai dengan sepeda motor dari rumah Boyolali menuju basecamp mawar (1179 mdpl) berdasarkan "altimeter" pada jam tangan saya. Sedikit memaksa motor matic istri saya, membawa beban kami yang jika dijumlah berat saya+istri+sikecil+carrier 80l full+carrier 60l full maka kurang lebih hampir 220 kg ☺. Hanya ada satu jalur resmi menuju basecamp mawar ini, dari jalan utama Semarang-Salatiga ambil jalur menuju bandungan, kemudian ambil jalur kecil menuju Umbul Sidomukti di sebelah barat pasar Jimbaran, cukup mudah menemukannya kok, karena ada patugas yang membantu untuk menyeberang dan tidak berhenti berteriak "basecamp mawar..mawar..mawar yo". Membayar 3x karcis, pertama saat masuk umbul Rp 2000,- /motor, dilanjut Rp 4000,- /orang saat masuk bukit mawar, dan tiket masuk basecamp Rp 5.500,- /orang dan biaya parkir sehari semalam Rp 2000,-/motor.

Berangkat dari basecamp mawar
Start pendakian kami mulai pukul 13.00 WIB, setelah isoma. Mempersiapkan gendongan depan sikecil, menyandang carrier 80l sedikit peregangan dan siap hiking. Cukup kaget karena banyak mata memandangi kami, meminta foto dan sedikit bertanya, juga terlihat beberapa pendaki asing di seputar camping ground. Terdengar bisikan tidak percaya, mencibir dan beberapa menyayangkan, yah begitulah, itu tandanya mereka care sama kami. Mulai meninggalkan camping ground sapa para ibu-ibu pengelola warung yang bilang "semangat dek !" mengantar kami. Menuju pos 1 seperti yang kawan-kawan tahu jalur masih sedikit nyaman karena ada beberapa tanjakan saat melewati hutan cemara. Kurang lebih 30 menit kami sampai di Pos 1, istirahat sebentar untuk sekedar minum dan membenahi posisi gendongan. Sejauh ini si Mikha cuma senyum-senyum asik didunianya sendiri melihat kupu-kupu banyak terbang kesana kemari. Saat istirahat kami disapa adik-adik Menwa dan beberapa kawan TNI yang sedang turun, menunjukkan reaksi yang sama, terkejut dan tak percaya melihat kami membawa balita, tetapi tetap memberi kami semangat.

Perjalanan kami lanjutkan menuju Pos 2, cukup menyenangkan karena jalur masih turun naik dengan beberapa bonus jalur yang landai, ditambah mikha asik melihat burung-burung jalak yang berkicau. Melewati sungai yang jernih tempat para pendaki mengisi bekal air mereka, sebentar membasuh muka dengan air murni cukup menyegarkan untuk memulai jalur yang menanjak berikutnya. Tidak beberapa lama kami sampai di Pos 2 (baru) dan sedikit terkejut karena ini pos 2 yang baru, karena pos 2 yang lama seingat saya masih sekitar 30 menit kearah kanan menuju shelter PTPN IX atau kebun teh. Menurut informasi dari pendaki yang turun memang sengaja dibuat Pos 2 baru karena jika melalui jalur lama kami akan dikenai biaya retribusi lagi sebesar Rp 2.500,-/orang. Dari informasi itu kami melanjutkan melalui jalur baru yang ternyata jalur yang sangat ekstrem, jalur dengan kemiringan yang terjal, hanya tanah tanpa batu, plus beban saya yang sedang membawa Mikha didepan dan carrier 80l dibelakang, benar-benar diuji fisik saya. Tetapi bersyukur 30 menit kemudian kami sampai di Pos 3 baru. Disitu kami putuskan istirahat sejenak menaruh carrier karena badan saya cukup basah penuh keringat dan Mikha mulai rewel karena haus.

Didalam hutan dalam Pos 3
Selesai istirahat perjalanan kami lanjutkan, disini kami sedikit was-was karena jalur baru ini menembus hutan alami yang vegetasi pohonnya cukup rapat, cahaya matahari hanya bisa sedikit mengintip, membuat udara semakin terasa lembab di suhu 26 derajat celcius dan di 978,9 Hpa , cukup mengkawatirkan jika selanjutnya terjadi hujan, akan sangat berbahaya bagi kami jika tidak segera keluar dari hutan. Namun akhirnya kurang lebih 45 menit kami keluar dari hutan dan sampai di Pos 4, pos yang sama saat terakhir saya naik melewati kebun teh. Disini kami disusul 4 orang pendaki dari arah jalur baru dan 3 pendaki dari promasan. Mereka langsung menyapa kami dan mulai menggoda si mikha yang juga senang dengan candaan-candaan mereka, kami bersyukur berarti pendakian kami selanjutnya tidak sendirian.

Perjalanan kami lanjutkan menuju puncak bayangan/sabana. Jalan mulai terjal, beberapa lokasi longsor membuat saya dan istri saya harus betul-betul ekstra hati-hati. Dan yang saya kawatirkan akhirnya datang, mikha merasa tidak nyaman karena capek dan mengantuk, mulai rewel walau tidak menangis. Saya juga melihat jam sudah mundur hampir 2 jam dari perkiraan, ini kacau, saya kawatir tidak bisa sampai puncak bayangan sebelum magrib.

Memulai strategi baru agar si mikha bisa tidur, istri saya menggendong mikha dan saya menggendong carrier saya sendiri plus didepan menggendong carrier istri saya, tambah berat saja rasanya, tapi tidak apa-apa demi mengejar waktu. Akhirnya perjuangan kami tidak sia-sia di puncak bayangan kami sampai dengan gagah, disambut teriakan dan tepuk tangan serta sinar-sinar kilat kamera ponsel dari beberapa pendaki yang mungkin kagum, atau mungkin mempertanyakan kenekatan kami. Beberapa waktu kemudian kami bongkar muatan dan mendirikan tenda untuk segera menghangatkan diri. Setelah sembahyang kami makan dan istirahat, si mikha sudah tidur sebelumnya.

Mikha bermain ikan digital
Mikha dan istri saya
Summit attack kami lakukan setelah si mikha bangun pukul 04.40 WIB, kabut tebal dan suhu menunjukkan 14 derajat dengan kecepatan angin 1019,9 Hpa ini normal dan sepertiny akan cerah seperti kemarin. Membutuhkan waktu 40 menit kami bertiga menyusuri tebing terakhir menuju puncak, dan sampailah kami dipuncak tepat pukul 05.35 WIB saat matahari mulai tampak begitu indah. 

Sunrise dipuncak G. Ungaran
Makan snack dulu
Disambut banyak pendaki, beberapa adik-adik menwa dari STIKES semarang dan kawan-kawan TNI, masih merasa tidak percaya kami mampu. Kepuasan muncul di hati saya, perjuangan berhasil dan saya harus bilang "saya belum tua !". Saya berjanji masih akan terus mengajak mereka mendaki di banyak gunung lagi. Setelah beberapa saat dipuncak, kami kembali ke tenda untuk sarapan, packing kembali dan merencakan turun dengan lebih detail agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
Perjalanan turun, ditebing Titanic
Start turun kami pukul 09.10 WIB pada tanggal 16 April 2017, melalui jalur lamakebun teh untuk mencoba menikmati suasana baru. Ditengah perjalanan turun kami sempat membantu seorang anak yang melakukan solo hiking yang terjatuh, terlihat capek dan kehabisan air minum. Setelah saya memberikan obat merah kami membagi air kami yang tersisa dan mencoba mengobrol, ternyata anak ini masih smp kelas 1, terkejut dengan postur tubuhnya seperti anak sma kelas 3, tetapi juga mengingatkan saya dengan diri saya sendiri dulu. 

Kebun teh PTPN IX
Setelah saya rasa sudah membaik kami berpisah karena tujuan basecamp kami berbeda, semoga dia sehat sampai rumah. Beberapa jam kemudian kami sampai di basecamp mawar dan disambut tepuk tangan riuh bapak-bapak dan ibu-ibu yang ada disekitar warung camping ground. Rasa capek kehabisan tenaga semua bercampur aduk, terlepas dari itu ini perjalanan yang sangat berkesan untuk kami. Kami dituntut menjadi tim yang sesungguhnya, penuh persiapan, perhitungan dan eksekusi yang tidak boleh meleset. Jika itu bisa dijalankan, maka anda siap berbagi kebahagiaan dengan semua anggota keluarga anda di alam bebas. 
Sampai di basecamp mawar
Hmmm sudah sangat panjang ya saya kira, mungkin bisa sedikit menginspirasi untuk kawan-kawan yang ingin memulai petualangan baru.

Gremet Adventure

petualangan, gremetadventure, others, hutan, pendaki

Tuesday, August 18, 2015

GREMET ADVENTURE (The Outdoor Gear Shop and Rental

Menjual dan menyewakan keperluan dan perlengkapan olahraga outdoor anda


tag : persewaan, outdoor, tenda, lampu, naik gunung, pendaki, pendakian, carrier

Thursday, January 31, 2013

BELAJAR DAN BERLATIH UNTUK MASA DEPAN

Kumpulan Soal Produktif Untuk SMK Teknik Komputer dan Jaringan


Setelah lama tidak mem-posting materi untuk sedikit membantu dunia pendidikan, akhirnya sempat juga sekarang saya posting. Karena saat ini banyak sekali sarana informasi baik secara manual maupun dari teknologi juga sudah banyak bersedia, maka seharusnya sangatlah mudah untuk meningkatkan kualitas pendidikan baik yang dilakukan oleh tenaga pengajar maupun para pelajar dan mahasiswa. Seharusnya dengan perkembangan itu pula tidak ada kata malas karena hampir semua hal sudah tersedia secara murah bahkan gratis. 
Nah kali ini saya akan memberikan beberapa contoh soal-soal untuk digunakan sebagai materi pelatihan baik dari tenaga pengajar maupun pelajar dan mahasiswa, yaitu materi tentang mapel produktif untuk smk teknik komputer dan jaringan secara teori, mudah-mudahan materi ini dapat bermanfaat. Sekian posting singkatnya ya hehe. Oya untuk anak-anak murid saya jika ingin mengunduh sesuai dengan urutan soal latihan uji coba maka pecahkan teka-teki anagram sederhana dibawah ikon download, semoga berhasil !
I - A - S - S - N
Download here

Other

Saturday, August 29, 2009

HUT Kemerdekaan RI ke-64

Siluete Pemuda-pemudi Wahana Bhakti


Teamwork
Perjuangan
Buah perjuangan
Others

Sunday, September 21, 2008

PEMBATASAN HAK, DEMI PRIBADI ATAS NAMA ILMU PENGETAHUAN

PEMBATASAN HAK, DEMI PRIBADI ATAS NAMA ILMU PENGETAHUAN

Pembatasan kebebasan atau hak mulai terlihat didaerah-daerah hal ini sudah terbukti ditempat dimana saya singgah sekarang ini. Di salah satu kecamatan di kota Boyolali, terdapat sebuah SLTP dimana tempat adik teman saya bersekolah. SLTP Negeri 1 Teras, yah itulah nama sekolah tersebut, sebenarnya dimata masyarakat sekolahan ini terbilang sekolahan yang lumayan bagus, akan tetapi semua itu rusak karena adanya pihak yang melakukan pembatasan hak para muridnya demi kepentingan pribadinya dengan mengatasnamakan ilmu pengetahuan.

Salah satu oknum ini ternyata seorang guru, guru agama islam pula. Sebut saja Drs.KMN, guru ini memberikan tugas pada bulan ramadhan ini kepada murid-muridnya untuk mencari artikel tentang ceramah di orientasikan bersumber pada internet. Tapi disayangkan bahwa dia menolak artikel yang didapat dari luar warnet miliknya, karena kebetulan dia mempunyai sebuah warung internet.

Hal semacam itu sangat disayangkan, kenapa seorang guru bertindak demikian. Bukankah hal itu namanya pembatasan hak dimana pembatasan tersebut juga membatasi penyerapan ilmu si anak. Coba anda pikir jika seorang murid dari guru tersebut ternyata rumahnya sangat jauh dari warnet tersebut dan ternyata di dekat rumahnya sebenarnya ada warnet, dan ternyata dia juga murid dari kalangan tidak mampu apa hal itu tidak memberatkan. Hal ini dirasakan keluarga teman saya tersebut. Saya harap hal-hal semacam ini menjadi renungan untuk kita semua di bulan ramadhan ini.

Others

Wednesday, August 6, 2008

Feminisme dalam Masa Awal Islam

SEORANG ayah dari seorang gadis bermaksud menikahkan anak gadisnya. Tetapi ia tidak menanyai terlebih dahulu anak gadisnya itu. Lalu si gadis pergi menemui Rasulullah dan nada protes melaporkan perbuatan ayahnya karena sang ayah tidak berkonsultasi terlebih dahulu dengan dirinya. Rasulullah membatalkan pernikahan itu dan mengijinkan si gadis untuk menentukan pilihanya sendiri.

Mendengar hal itu, si gadis berpaling ke arah Nabi dan ayahnya sembari berkata, "Sebenarnya aku tidak menolak perkawinan ini, tetapi aku ingin agar para wanita tahu bahwa ayah mereka tidak mempunyai hak mutlak atas putra-putri mereka."
Others

Wednesday, June 25, 2008

Ayam Sekolah

"Ayam Kampus" kalian pasti udah sering dengar kan? iya para cewek2 kampus yang punya kerjaan sampingan. Tapi kalo ayam sekolah masih jarang kita dengar, cewek2 SMP or SMA yang udah rela setiap jengkal tubuhnya diobok2 sama pacar ato sapa aja, sayang sekali padahal mereka cantik2 and smart2 tapi napsunya lebih parah dari sapi yang tiap ketemu langsung "hajar". Aq prihatin dengan hal itu kenapa mereka rela seperti itu. Buat teman2 q gak bermaksud menyinggung perasaan kalian tapi apa gak sebaiknya kalian pikir lagi, bukankah agama udah ngelarang tapi juga bukankah cewek tuk disayangi bukan dinikmati aja? renungkan dunk!!
Others

Raci Tambak Crew

Udah lama q gak menyapa kalian, apa kabar teman2 & rekan2? semoga saja baik. Sepuluh bulan sama kalian sungguh unik, tapi sayang kita harus pisah karena q harus penuhi kontrak kerja baru.:-D. Buat NESA CREW (nova;ucup;soleh;reza;didik;anton;hartanto;mbokde;atik;dian;aq), boby (ex..nesa crew) makasih kerjasamanya. NESA packing warrior (didik;soleh;aq)kita yang terbaik MEN!!. Cah kosan (mario;sony;t-m;cak bit;onoy;dora;eka;anton;bandenx;ri-ri;ikin) makasih untuk tumpanganny, jalan2nya, semuanya q kangen sama kalian. Kapan kita kumpul lagi ini udah lima bulan lho..! ftona nysul.!!:-D
Others

Monday, June 9, 2008

" FPI biadab "

Aq liat akhir2 nie banyak bgt bredar n dtayangin dtv2 swasta tentg kbrutalan FPI "Front Pengkianat Islam", yg dpimpin Habib Riziq "Setan bersorban". Kurg ajr bgt mmang merka teriak2 Allah hu akbhar dgn sia2. Ktnya merka ulama tp apa mrka g prnah bca Alquran y?bnar2 brengsek klakuan mreka. Pdhl jlas2 ddlm Alquran sdh djlskn klo kt g boleh menganiaya ssama manusia ap lg ssama muslim, tp perbuatn mrka terkutuk n tdk mmprdlikan hal itu, bnr2 biadab mrka mngats namakan agama islam. Kmarin mrka akhrnya dtangkap tp mnrutq itu cuma akal2an aparat aja untk mredam aksi massa, mrka blg n brklit klo mrka jg mrkam klo phak AKBB jg ada yg mmbwa senjata, guoblok emag mrka ya jlas wajarkn klo merka dserang tiba2 panik jdny ngluarin senjata, tp terbktikn kalo AKBB mash bs mredam emosi jd merka g menembakkn pistolnya. FPI mungkin jg cm titisan PKI "Partai Pengkianat Indonesia". Mngkin aq bs dpnjara gara2 tulisan ini ya gpp aq cm ungkapin kbnaran yg ada, silakan saja!!!
Others

Tuesday, January 29, 2008

291 HARI DINEGERI MATAHARI

291 HARI DINEGERI MATAHARI

Hari mulai menunjukkan panasnya, matahari tertawa melihat kami, dari Surabaya rombongan kami sampai ditempat yang merupakan gerbang dari tempat yang akan kami kunjungi nanti, pukul 11.00 waktu setempat kami mulai cemas saling diskusi tengok kanan kiri karena kami tidak tahu sebenarnya dimanakah tempat kami “berperang” nanti ya …? rata-rata dari kami memang belum pernah bepergian lebih dari propinsi kami. Kecuali aku yang memang terlahir sebagai seorang adventurer aku memanggul ransel biru, ransel yang selalu aku bawa jika sedang dalam perjalanan atau pendakian. “PIER … ya PIER gerbang itu menyebut dirinya, dia membuka mulutnya siap menelan kami. Kami sendiri datang dari berbagai daerah dari negeri ini yang menjadi satu rombongan Jogjakarta. Terdiri dari 11 orang laki-laki termasuk aku dan 7 orang perempuan. Seperti para laki-laki pada umumnya kami bersikap tenang menghadapi masalah. Ini, sedangkan para perempuan… ya begitulah … selalu cemas, gelisah bagaimana nanti, bagaimana kita tidur, bagaimana makan minum kami, bagaimana pacar-pacar kami. Matahari tepat diatas ubun-ubun kami dan kamipun mulai bosan dengan hal itu. Pemimpin rombongan kami akhirnya mulai mengambil keputusan, tukang ojek dan satpamlah sasarannya. Dia mendatangi mereka dengan badan tegap dan penuh wibawa dengan tujuan agar kami mendapatkan penginapan sebelum “peperangan” itu dimulai. Perdebatan alat berlangsung beberapa menit seperti semut yang sedang memperbutkan sesuatu dan akhirnya kami mendengar teriakan

“ ya … (pemimpin kami berseru)”
“ 12 orang pak… (pemimpn kami bertanya)”
“ Iya… juga untuk para perempuan (tukang ojek)
“ Oke … kami berteriak setuju”

Dengan berjalan kami menuju tempat yang kami sepakati, para perempuan berada di depan kami para laki-laki yang memanggul ransel-ransel mereka seperti para budak mereka saja, kami bersedia karena kami punya yah … bisa dibilang sedikit harga diri. Setelah beberapa ratus meter rombongan kami sampai di sebuah mushola, mushola dengan kotak infak didepannya, mushola tersebut belum selesai dibangun. Hari mulai siang rombongan kami mulai cemas beberapa dari kami sempat merebahkan diri dimushola tersebut karena terlalu lelah menunggu kepastian. Akhirnya tiba-tiba ja Pak dusun setempat datang, dia berbicara beberapa hal dan akhirnya kmi dipecah menjadi dua bagian para laki-laki pergi ke utara dan para perempuan ke sebelah barat dan sejak itu aku tidak tau apa-apa yang terjadi selanjutnya dengan para perempuan. Para perempuan kita tinggalkan dulu. Sementara itu para laki-laki terus melanjutkan perjalanan. Kami melewati sebuah rel kereta api yang dibawahnya sebenarnya merupakan jalan raya tapi karena jalan itu tergenang air karena selokannya mampet, maka kami terpaksa melaintasi rel yang ada diatasnya. Setelah beberapa saat kami (para laki-laki) sampai dipenginapan (kos) yang telah kami sepakati harganya tujuh juta untuk tiga ratus enam puluh hari kedepan. Kos itu megah menghadap ke utara di sebelah barat terdapat jalan juga musola. Bangunan bercat tembok krem dengan daun pintu warna pink yang akhirnya kami masuki. Kotor, pengap, panas suasana pertama kali kami masuk, kami bersihkan kami pel dan kami sholati. Hari mulai gelap dan akhirnya kami semua beristirahat untuk menghadapi esok hari.

Keesokan harinya tanggal 3 april 2007 kami semua bersiap, mengantri mandi Karena cuma ada satu kamar mandi. Pukul delapan kami selesai dengan pakaian hitam putih atasan putih dan celana panjang hitam kami bersebelas berjalan menuju tempat yang dijanjikan. Melewati gerbang PIER. Kami menuju suatu tempat yang disebut sebagai pemberhentian angkutan PIER. Setelah beberapa saat jemputan pun datang, kami menumpang land (angkutan PIER) menuju sebuah pabrik besar yang memproduksi lampu bermerk. Kami melewati kantor Departemen Keuangan, PT Gas PIER, PT. SIER pengolah limbah, lem FOX, Ineos Sillicas, Sari Roti dan akhirnya kami sampai. Tiba lebih awal membuat kami dipaksa menunggu di pos satpam sampai jam 9.00 pagi waktu setempat. Dan kami dipanggil digiring menuju suat ruangan bertuliskan training room., disampingnya kami melihat sebuah masjid besar yang begitu megah. Didalam training room, udara begitu dingin dihembuskan dari delapan buah air conditioner yang snagat besar-besar. Delapan jam setiap hari selama tiga hari berturut-turut membuat kami hamper mati membeku. Didalam tiga hari terebut kami mendpaat berbagai macam arahan dan instruksi agar kami menjadi kesatria-kesatria tanggung yang akan ditempatkan di posisi – posisi penting. Di hari terakhr dalam tiga hari itu kami dibagi-bagi menjadi beberapa bagian. Dan aku dipilih menjadi kesatria packing NESA yang snagat terkenal membutuhkan segala hal yang harus dimiliki seorang kesatria. Aku terpilih bersama seorang teman laki-laki dan seorang perempuan, dan hari-hari berikutnya kami habiskan membanting tulang kami baik siang atau malam, panas hujan. Kami memeras keringat dua belas jam perhari selama empat hari kerja dan dua hari off (libur), itulah awal dari hari-hari yang kami sebut dengan hari-hari neraka di negeri mataharai tiruan tersebut. Di dalam sana Cuma terdengar suara mesin-mesin raksasa yang begitu memekakan telinga, puluhan kesatria bermandikan keringat mengendalikan mesin-msein raksasa itu. TL I, TL II dan terakhir adalah Nesa kesatrian Packing Nesa inilah yang paling dihormati oleh, Group-group neraka yang lain dan aku sangat bangga menjaid bagian dari NESA. Aku bekerja dua belas jam sehari jika aku bekerja malam aku tidur pada siang harinya, dan jika aku bekerja pada siang hari aku tidur pada malam harinya begitu seterusnya dan itu terjadi berulang – ulang hingga hari kedua ratus sembilan puluh satu yang merupakn hari terakhir.

Akhirnya tibalah bulan-bulan membosankan karena kegiatan-kegiatanku yang monoton aku memutuskan untuk jalan-jalan setiap aku tidak bertugas, tepat pada tanggal 25 Juli 2007 hari senin tepatnya aku membeli ponsel Sony Ericson K750I, ya ponsel paling mahal yang pertama aku beli selama hidupku apalagi hari pandangan bahwa aku dari keluarga sederhana. Dan dengan itulah perjalananku ini mulai terdapat nilainya. Ya … dari sinilah perjalananku mulai menarik. Sore itu tanggal 9 November 2007, rasa bosanku mulai memuncak, kepenatan dalam kepalaku sudah memenuhi ruang pikiranku dan akupun keluar jalan-jalan bersama seorang teman, ya disana kami duduk-duduk, begitu damai dan tenang saat kami berada disana, aku melihat sekeliling banyak bocah bermain bola maka aku larut didalamnya. Haripun gelap suara adzan maghrib dikumandangkan kami bergegas ke masjid dan berserah diri padaNya. (Menurut in pasuruan, Errawan, Aryuda;Riyadi). Setelah itu hari-hari aku lalui seperti biasa berperang dan berperang bersama kesatria-kesatria lain aku berjuang untuk kesejahteraan dan kebebasan pada akhirnya nanti.

Haripun terus ku lalui bersama teman-teman aku tidak begitu merasakan beratnya menjadi “the Nesa packing Wamorr”. Tanggal 3 Desember 2007 tepat delapan bulan aku di PIER berperang akupun merayakannya dengan jalan-jalan ke kota hujan. Malang ? ya malang yang sangat indah. Dengan naik kereta api ekonomi dengan ticket seharga Rp. 3.500,- akupun berangkat, akhirnya sampai dan betul saja hujan. Benar-benar indah kota malang. Adzan dhuhur pun berkumandang dan kami istirahat sejenak untuk sembahyang. Melanjutkan perjalanan kamipun pergi dan mengunjungi beberapa tempat yang menarik bagi kami, sampai malam hari di hari itu kami pun terus menerus bersenang-senang, dan kami kembali ke rumah dengan wajah yang penuh kegembiraan. Masih dibulan itu kegembiraan pun terus berlangsung, hingga sampailah pada hari kedua puluh bulan itu, hari Idhul adha kami sangat gembira menyambut hari, tersebut namun didalam kegembiraan itu terdapat kekecewaan dihati kami, ya kami kecewa karena kami tidak dapat pulang ke kota kami untuk berkumpul dengan keluarga kami masing-maisng. Tapi dengan itu kamipun bias berkumpul bersama-sama, hari itu sangat menyenangkan kami bias makan bersama-sama, dan terdapat moment unik, moment membuang sampah yang ya itu menjadi moment membuang sampah yang luar biasa. Maish di bulan itu di hari keduapuluh tujuh aku bersama seorang teman pergi ke Surabaya, aku di WTC ya Market Ponsel, disana kami mengganti ponsel kami. Aku mengganti ponselku yang semula tipe lama menjadi tipe yang lumayan baru, yaitu W880i. (moment in pasuruan, 2007 Ernawan Aryudha, dkk)

Awal tahun 2008 adalah hari-hari terakhirku, tanggal 2 Januari 2008 aku kembali pergi ke Palembang, ya sekedar perpisahan akupun berangkat bersama dua orang temanku. Tidak cukup hal yang bisa aku ceritakan di saat itu. Tanggal 11 Januari 2008 masa berperangku berakhir sudah, aku merasa ringan sekali terlepas dari semua tekanan yang aku rasakan saat ini. Tanggal 17 Januari 2008 akupun pulang ke kotaku dan berkumpul dengan seluruh keluargaku

“Catatan ini saya buat dnegan meringkas dari semua perjalanku selama aku di Jawa Timur. Jika saya memaparkan semua mungkin akan menjadi sebuah buku”

(Ernawan Aryudha, 20 Januari 2008)
Others

free counters

Followers

About Me

My photo
A Network engineer, veteran mountaineer, hiking enthusiast
Powered By Blogger

Software and Download ©Template Blogger Green by Aryudha.

TOPO